63 Persen Wanita Indonesia Tak Bisa Prediksi Biaya Kesehatan

Posted on
Jakarta, CNN Indonesia -- Terkadang kesibukan pekerjaan seringkali membuat pekerja jadi lupa diri. Hal ini akan menyebabkan mereka jadi mudah sakit karena gaya hidup yang tak sehat. Bisa jadi sekarang ini Anda merasa sehat, hanya saja efek buruk ini bisa timbul dalam jangka waktu yang lama.

Sedikit perempuan di Asia menganggap kesehatan mereka baik di usianya saat ini. Survei The Future of Retirement Healthy New Beginnings menemukan bahwa 30 persen perempuan usia kerja di Asia menilai kesehatan mereka baik di usianya saat ini, dibandingkan dengan 35 persen responden pria.

Keyakinan ini berbeda di tiap negara. Di Indonesia sendiri, 43 persen perempuan usia kerja di Indonesia merasa lebih sehat.  Persentase ini lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan usia kerja di Hong Kong (15 persen), Taiwan (16 persen), Singapura (23 persen), China (23 persen), Malaysia (29 persen).

Baik laki-laki dan perempuan mengatakan bahwa semua hal ini disebabkan karena kesibukan bekerja membuat mereka tak punya waktu luang untuk rekreasi dan menjalankan gaya hidup sehat. Hal ini setidaknya menjadi alasan bagi 42 persen perempuan Indonesia usia bekerja.

Menurut laporan The Future of Retirement Healthy New Beginnings yang diterima CNNIndonesia.com, gaya hidup sehat akan melindungi kesehatan dan mengurangi kecacatan serta sakit di usia tua. Menurut WHO, aktif secara fisik, makan makanan sehat, menghindari alkohol dan tak merokok akan mengurangi risiko penyakit kronis di usia tua.

Pilihan untuk menjaga gaya hidup sehat ini disadari oleh laki-laki dan perempuan. Namun mereka memiliki berbagai cara berbeda untuk melakukan pola hidup sehat. Rata-rata perempuan usia kerja di Asia, termasuk Indonesia lebih memilih menyantap makanan sehat (62 persen). Selain itu, mengonsumsi suplemen vitamin juga jadi pilihan 37 persen perempuan Asia. Namun 45 persen perempuan Indonesia ternyata juga lebih pilih mengonsumsi suplemen dibanding laki-laki yang hanya 39 persen.

Survei yang dilakukan terhadap 18.000 orang dari 17 negara di seluruh dunia ini ternyata membuktikan bahwa ternyata perempuan lebih sadar akan kesehatan dibanding pria.

"Bisa dimengerti apabila perempuan lebih memerhatikan kesehatan dibanding pria. Menurut WHO, perempuan memiliki ekspektasi usia sekitar 73 tahun, enam tahun lebih lama dari laki-laki," kata Steven Suryana, Head of Wealth Management HSBC Indonesia, yang melakukan survei tersebut.

Survei ini menemukan bahwa 40 persen perempuan usia kerja di Asia menaruh perhatian pada kesehatan karena nantinya akan berakibat buruk pada pengeluaran (40 persen). Sedangkan 39 persen lainnya khawatir bahwa kesehatan yang buruk akan memengaruhi mobilitas mereka, dan 37 persen lainnya khawatir kesehatan buruk akan berpengaruh pada kemampuan mereka mengurus diri sendiri.

Hanya saja, ternyata kesadaran ini belum diikuti dengan kemampuan mereka untuk mempersiapkan dana kesehatan. Padahal selama ini perempuan dikenal mampu mengatur manajemen keuangan. Namun kenyataannya masih banyak perempuan yang belum memikirkan dana kesehatan di masa pensiun mereka.

"Menjaga kesehatan dan memastikan dana pensiun mereka dapat menutupi biaya kesehatan di masa pensiun merupakan tantangan utama bagi perempuan. Namun, banyak dari mereka masih tidak siap."

Berdasar laporan tersebut, persentase wanita usia kerja di Asia Pasifik yang tidak dapat memprediksi biaya kesehatan di masa pensiun adalah 59 persen atau lebih tinggi dibanding kelompok pria, yakni sebesar 50 persen. Masalah ini terlihat akut di kalangan wanita di Australia (80 persen), Hong Kong (67 persen) dan Indonesia (63 persen).

"Meski banyak wanita mengenyam pendidikan, bekerja dan mendapatkan penghasilan sendiri, banyak dari mereka tetap rentan secara finansial karena mereka mengurus keluarga dan memiliki beberapa tanggung jawab," ucapnya.

"Penting bagi wanita untuk menemukan cara menyisihkan uang untuk masa depan mereka dan belajar mengelola keuangan mereka secara pintar sedini mungkin. Karena keadaan dan kebutuhan tiap individu berbeda dan akan berubah sejalan dengan tahapan kehidupan, wanita perlu melihat secara teratur apakah rencana keuangan yang telah mereka tetapkan masih dapat memenuhi kebutuhan masa depan.” (chs/les)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *