Atasi Keputihan Pada Anak Sebelum Berbahaya

Posted on

[JAKARTA] Keputihan ternyata bisa dialami sejak usia anak-anak. Pada anak-anak, patut diwaspadai, karena kemungkinan besar abnormal.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Budi Iman Santoso, mengatakan, faktor risiko keputihan pada anak cenderung karena masalah higienitas atau kebersihan area vital. Misalnya, tanpa disadari ada benda asing yang masuk, termasuk pemakaian bedak pada bayi.

“Pakai bedak cukup di badan, tidak boleh sampai ke alat vital. Bedak di area vital bisa jadi tempat bersembunyinya virus yang di kemudian hari bisa berkembang menjadi kanker”, kata Budi di sela-sela peluncuran buku “Mitos dan Fakta Hidrasi” di Jakarta belum lama ini.

Faktor risiko keputihan pada anak bisa juga karena pakaian dalam yang terbuat dari bahan kurang aman. Apa pun penyebabnya, menurut Budi, jangan dibiarkan karena bisa berbahaya. Bila dibiarkan keputihan tersebut bisa menutupi saluran kencing, dan makin lama sulit kencing.

Keputihan berlebihan juga menyebabkan perempuan tidak menstruasi. Haid yang tidak keluar bisa masuk ke rahim, dan dalam waktu lama mengakibatkan perempuan sulit hamil.

Mengatasi keputihan anak, Budi menganjurkan untuk menggunakan obat luka Rivanol. Tuangkan satu tutup botol atau setara 5 cc obat Rivanol ke dalam lima liter air atau lebih, lalu berendam di dalamnya selama 5-10 menit setiap hari. Biasanya dalam seminggu sudah menunjukkan hasil. Luka basah menjadi kering.

Tetapi apabila cara ini tidak membuahkan hasil atau membawa perubahan, segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Menurut Budi, alat vital yang selalu tertutup menjadi tidak sehat. Memakai bedak atau pengharum di area vital, ketika lembab, malah menyebabkan infeksi. Karena itu upayakan area alat vital selalu kering.

Pantiliner sebetulnya musuh bagi perempuan. Pantiliner hanya dipakai saat haid. Di luar itu tidak boleh. Namun, karena gaya hidup, banyak perempuan memakai pantiliner setiap hari, di luar haid.

Padahal, dampaknya jangka panjang. Kuman dalam vagina yang tadinya baik menjadi jahat. Tumbuh berlebihan, dan kuman/jamur di luar pun ikut bertumbuh. Keputihan normal keluar saat jelang dan sesudah haid, pubertas, stres, atau mobilitas tinggi.

Sedangkan keputihan abnormal di luar itu akivitas itu, apalagi bila berbau dan berwarna kuning.[D-13/L-8]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *