Hati-hati, Sering Membungkus Makanan dengan Plastik Berbahaya Bagi Kesehatan Reproduksi Wanita

Posted on
www.tasyanandya.com

Plastik banyak digunakan karena memiliki beberapa kelebihan seperti praktis, ringan, tidak mudah pecah dan harganya murah. Makanya plastik sering digunakan untuk membungkus makanan atau lauk pauk, misalnya bakso.

Kalau dari segi kesehatan, plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Plastik bila dipakai untuk tempat kuah bakso yang panas, akan mengeluarkan zat dioxin kemudian zat dioxin tersebut akan bercampur dengan kuah bakso dan masuk ke tubuh kita. Yang dimaksud zat dioxin adalah kelompok chlorodibenzo-p-dioxin (CDD), dari kelompok ini, yang dianggap paling beracun adalah 2,3,7,8-tetrachlorodibenzo-p-dioxin (TCDD).

Dioxin yang masuk dalam tubuh perempuan dapat menyebabkan penyakit endometriosis, yaitu penyakit ginekologi yang ditandai dengan terdapatnya jaringan abnormal yang menyerupai endometrium (jaringan dalam kandungan) yang tumbuh diluar kandungan dan akan memicu reaksi peradangan menahun progresif.

Umumnya endometriosis menyerang usia remaja sampai usia reproduksi. Sampson pada teori menstruasi retrograt (menstruasi berbalik) menerangkan bahwa 90% perempuan selama menstruasi, darahnya akan membalik keatas dan masuk ke rongga panggul dengan membawa jaringan endometrium.

Pada sebagian perempuan, keadaan ini merupakan keadaan fisiologis, namun pada sebagian perempuan lainnya bisa menjadikan penyakit yang disebut dengan endometriosis. Hal ini bisa terjadi karena endometriosis disebabkan karena faktor herediter (keturunan) dan faktor lingkungan (zat dioxin). Lokasi anatomis yang paling umum terkena endometriosis adalah organ-organ pelvis, misalnya ovarium (disebut kista coklat).

Gejala utama penderita penyakit endometriosis adalah rasa sakit yang berlebihan pada saat menstruasi (dismenorea), kemudian rasa sakit pada saat bersenggama (dispareunia) dan pada saat buang air besar. Para remaja perempuan yang merasakan sakit pada saat menstruasi harus waspada, jangan-jangan menderita endometriosis.

Banyak kaum remaja perempuan yang menganggap biasa kalau merasakan sakit pada saat menstruasi karena telah tertanam di benaknya bahwa rasa sakit saat menstruasi itu akan hilang atau sembuh kalau sudah melahirkan anak. Anggapan itu memang ada benarnya kalau penyebab rasa sakit itu karena keadaan kanalis servikalis (saluran mulut rahim) yang sempit, yang akan menyebabkan rasa sakit pada saat dilewati darah menstruasi, dan kanalis servikalis itu akan melebar setelah dilewati oleh janin.

Penyakit endometriosis akan menurunkan fertilitas (keadaan susah hamil) dan dapat menyebabkan infertilitas (tidak bisa hamil). Jaringan endometriosis yang mengandung sel-sel makrofag akan menghancurkan spermatozoa sehingga tidak bisa membuahi telur, fungsi ovarium akan terganggu sehingga kualitas telur menjadi tidak bagus, apabila terjadi pembuahan hasilnya tidak akan berkembang (Blighted ovum), implantasi atau penempelan hasil pembuahan pada dinding kandungan akan terganggu sehingga akan terjadi keguguran.

Penyakit endometriosis yang ringan dapat disembuhkan dengan obat-obatan saja, tetapi penyakit endometriosis yang berat, cara penyembuhannya harus dengan cara operasi pengangkatan sarang endometriosis dan pemberian obat, sehingga rasa sakit saat menstruasi dan beberapa gejala yang lain akan menghilang dan kondisi kesuburannya akan membaik sehingga akan mudah untuk hamil.

Setelah pengobatan endometriosis ini berhasil, maka kemungkinan untuk kambuh kembali akan bisa terjadi mengingat penyakit endometriosis ini disebabkan oleh faktor yang diturunkan dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Agar bisa terhindar dari penyakit endometriosis, supaya menstruasinya tidak sakit dan supaya tidak susah hamil, maka….inga’ inga’, stop penggunaan plastik untuk tempat makanan panas dan jangan anggap enteng rasa sakit yang berlebihan pada saat menstruasi.

Sumber :  Dr. Lafran Pancaputranto, SpOG (K)FER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *