Infeksi Bakteri Sebagai Penyebab Keputihan

Posted on

KLAMIDIASIS genital adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis, berukuran 0,2-1,5 mikron, berbentuk sferis, tidak bergerak, dan merupakan parasit intrasel obligat.

Chlamydia trachomatis sendiri mempunyai 15 macam reservorar. Reservoar D-K merupakan penyebab infeksi traktus genitourinarius. Masa inkubasi berkisar antara 1-3 minggu. Mikroorganisme ini mempengaruhi epitel columnar dan epitel transisional pada traktus genitourinarius.

Endoserviks merupakan organ pada perempuan yang sering terinfeksi Clamydia trachomatis. Manifestasi klinis infeksi Chlamydia trachomatis merupakan efek gabungan berbagai faktor, yaitu kerusakan jaringan akibat replikasi Chlamydia trachomatis, respons inflamasi terhadap Chlamydia trachomatis, dan bahan nekrotik dari sel penjamu yang rusak. Sebagian besar infeksi Chlamydia trachomatis asimptomatik dan tidak menunjukkan gejala klinik spesifik.

Walaupun asimptomatik, 37% perempuan memberi gambaran klinik duh mukopurulen dan 19% ektopi hipertropik. Kemudian adanya disuria, dispareunia, postcoital bleeding, instramenstrual bleeding. Servicitis dapat ditegakkan apabila ditemukan serviks mukopurulen, ektopi serviks, edema dan perdarahan serviks.

Infeksi pada serviks dapat menyebar melalui rongga endometrium hingga mencapai tuba falopii dan secara klinis memberikan gambaran menoragia dan metroragia. Sebanyak 10% Chlamydia trachomatis akan menyebar secara ascendens dan menyebabkan PID. Infeksi Chlamydia trachomatis yang kronis dan/rekuren menyebabkan jaringan parut pada tuba. Komplikasi jangka panjangnya adalah kehamilan ektopik dan infertilitas

Diagnosis terdiri dari deteksi asam nukleat Chlamydia trachomatis dengan PCR sangat sensitif dan spesifik (95%). Urine pertama setelah bangun tidur adalah specimen urin yang paling efektif dan spesifik. Deteksi antigen Chlamydia trachomatis (lipopolysaccharida) bisa dideteksi menggunakan ELISA. Sampel diambil dari endoserviks. Kultur jaringan (McCoy cell monolayers). 100% spesifik tetapi mahal dan tekniknya sulit. Butuh 3-7 hari untuk mendapatkan hasilnya

Tatalaksana terutama yang dapat mempengaruhi sintesis protein Chlamydia trachomatis, missal golongan tetrasiklin dan eritromisin. Obat yang dianjurkan adalah doksisiklin 100mg per oral 2 x sehari selama 7 hari, atau azitromisin 1g per oral dosis tunggal, atau tetrasiklin 500mg per oral 4 x sehari selama 7 hari, atau eritromisisn 500mg per oral 4 x sehari selama 7 hari atau ofloksasin 200mg 2 x sehari selama 9 hari

Bakteri diplokokus gram negatif bersifat tahan asam. Masa inkubasinya 3-7 hari. Keluhan traktus genitourinarius bawah yang paling sering adalah bertambahnya duh tubuh genital, disuria yang kadang-kadang disertai poliuria, perdarahan antara masa haid, menoragia. Daerah yang paling sering terinfeksi adalah serviks. Pada pemeriksaan serviks tampak hiperemis dengan erosu dan secret mukopurulen

Komplikasinya bila terdapat infeksi pada serviks dapat menimbulkan salpingitis atau PID, dan dapat mengakibatkan jaringan parut pada tuba sehingga menyebabkan infertilitas dan kehamilan ektopik

Diagnosis gonore dipastikan dengan menemukan bakteri Nisseria gonorrhoeae baik secara mikroskopik maupun biakan(kultur). Sensitivitas dan spesifitas dengan pewarnaan Gram daru seduaab serviks hanya berkisar 45-65% sedangkan sensifitas dan spesifitas kultur sebesar 85-95%. Oleh karena itu untuk menegakkan diagnosis gonore pada perempuan perlu dilakukan kultur

Rekomendasi oleh CDC adalah, Sefiksim 400mg per oral, Seftriakson 250mg intramuscular, Siprofloksasin 500mg per oral, Ofloksasin 400mg per oral, Levofloksasin 250mg per oral, atau Spektinomisin 2 g dosis tunggal intramuscular

Vaginosis bacterial merupakan sindrom klinis akibat pergantian Lactobasillus sp. penghasil H2O2 yang merupakan flora normal vagina dengan bakteri anaerob dala, konsentrasi tinggi (seperti: bacteroides sp, Mobilincus sp, Gardnerella vaginalis, dan Mycoplasma hominis)

Keluhan perempuan dengan vaginosis bacterial adalah bau vagina yang khas yaitu berbau amis, terutama pada waktu/setelah senggama. Bau tersebut disebabkan adanya amin yang menguap bila cairan vagina menjadi basa. Pada pemeriksaan ditemukan secret yang homogen, tipis dan berwarna keabu-abuan. Tidak ditemukan tanda-tanda inflamasi pada vagina dan vulva. Disuria dan dispareunia jarang ditemukan sedangkan pruritus dan inflamasi tidak ada.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan criteria Amsel yaitu adanya tiga dari empat criteria tanda-tanda berikut:

  • Cairan vagina homogen, putih keabu-abuan, dan melekat pada dinding vagina
  • PH vagina 4.5
  • Sekret vagina berbau amis sebelum atau sesudah penambahan KOH 10 % (Whiff test)
  • Clue cells pada pemeriksaan makroskopik

Clue cells: sel epitel vagina tertutup oleh coccobasil dan selnya terlihatseperti berbintik atau bergranular

Pengobatan yang dianjurkan adalah Metronidazol 500 mg 2 x sehari selama 7 hari, Metronidazol 2g per oral dosis tunggal, atau Klindamisisn per oral 2 x 300mg/hari selama 7 hari

* Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti di bawah bimbingan dr Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked(PA), Sp.PA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *