Keluhan Keputihan Terbanyak

Posted on

Salah satu keluhan yang terjadi pada banyak wanita dewasa adanya keputihan. Kondisi ini kadang sangat menganggu apalagi jika menimbulkan bau tak sedap, panas hingga gatal. Keputihan ini juga bisa disebabkan stress dan bersifat kronis, hanya saja keputihan yang tidak wajar bisa mengakibatkan kanker leher rahim.
---------------------------------------

DR Billy Setia Negara Mph, dari Poltekes Depkes Palembang mengatakan, keputihan abnormal bisa terjadi karena iritasi akibat penggunaan pembilas vagina, kondom vagina, tampon, pembalun dan sabun. Bisa juga karena adanya penyakit sistemik seperti kencing manis atau pemakaian obat yang lama, keabnormalin ini biasanya terjadi akibat bakteri, jamur dan parasit.
“Keputihan yang abnormal juga bisa terjadi karena adanya tumor leher rahim dan terbentuknya saluran dengan daerah sekitar,” ungkapnya dalam seminar sehari “Meminimalkan Resiko Kanker Serviks” di gedung K Link Plaju yang diselenggarakan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) SU I Palembang, sabtu (2/3).
Gejala klinik lain, keputihan abnormal adalah putih-encer berbau apek dan gatal yang disebabkan oleh jamur dan yang disebabkan jamur dengan gejala klinis kekuningan-kental berbau dan gatal ada lagi kuning kehijauan berbusa serta gatal dan berwarna coklat/kemerahan jika terjadi keganasan. Bibir kemaluan juga terjadi bengkak, lecet-lecet, bisul kecil-kecil hingga lepuh-lepuh kecil, keluar jaringan, pendarahan setelah berhubungan badan.
“Jika sudah terjadi seperti ini, pemeriksaan bisa dilakukan dengan pemeriksaan urine, swab vagina, pap smear dan biopsy,” tambahnya. Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks, kata dia, merupakan salah satu penyakit mematikan bagi kaum wanita. Pasalnya kanker serviks menyerang leher rahim wanita sehingga menganggu alat reproduksi wanita, serta memiliki beberapa gangguan, diantaranya rasa nyeri dan pendarahan saat berhubungan intim.
Rahim terletak di dalam rongga perut bagian bawah di belakang kandung kemih, sedangkan kanker merupakan penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.
Untuk kanker serviks, katanya, disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim di bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang senggama (vagina). “Wanita yang menderita serviks, sudah berarti ia terinfeksi HPV,” ujarnya.
Menurutnya, setiap perempuan berisiko terkena HPV yang merupakan penyebab kanker serviks dalam masa hidupnya tanpa memandang usia dan gaya hidup. Ketika terkena HPV, sistem imun tubuh biasanya mencegah virus tersebut berkembang di dalam tubuh. “Pada kasus kanker serviks, virus HPV bertahan hidup di dalam tubuh selama bertahun-tahun dan mengubah beberapa sel pada permukaan leher rahim menjadi sel kanker,” katanya.
Lanjut dia, seseorang yang mengalami kanker serviks pada tahap awal, tidak menunjukkan tanda dan gejala. Namun, bagi wanita yang mengalami kanker serviks tahap lanjut akan timbul gejala diantaranya, pendarahan pada vagina ketika berhubungan. Tapi, tidak sedang datang bulan atau setelah menopause. “Keputihan yang tidak kunjung sembuh walaupun sudah diobati dengan obat keputihan, bau busuk, seperti nanah, warna semu merah karena bercampur darah, nyeri pada panggul, anuri (tidak bisa BAK),” terangnya.
Dia menerangkan, faktor resiko kanker leher rahim. Antara lain, aktivitas seksual pada usia kurang dari 18 tahun, sering berganti pasangan seksual, termasuk suami(mediator), ibu yang melahirkan banyak anak, kurang kebersihan alat kelamin, sering infeksi didaerah kelamin (PMS), merokok serta polusi. Lebih jauh, dia menjelaskan, ada dua tipe umum kanker serviks, pertama squamous cell carcinomas terdapat pada bagian bawah serviks. Tipe ini menjadi penyebab sekitar 80 sampai 90 persen kanker serviks. “Kedua Adenocarcinomas terjadi pada bagian atas serviks. Tipe ini menjadi penyebab 10 sampai 20 persen kanker serviks,”pungkasnya. (may/fad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *