Keputihan Akibat Jamur, Obati dengan Cara Ini

Posted on

PENATALAKSANAAN jamur yang adekuat pada keputihan adalah dengan menggabungkan terapi farmakologi dan terapi nonfarmakologi. Apa bedanya?

Terapi farmakologi merupakan pengobatan keputihan yang disebabkan oleh Candidiasis dapat diobati dengan anti jamur atau krim. Biasanya jenis obat anti jamur yang sering digunakan adalah Imidazol yang disemprotkan dalam vagina sebanyak 1 atau 3 ml. Ada juga obat oral anti jamur yaitu ketoconazole dengan dosis 2x1 hari selama 5 hari.

Apabila ada keluhan gatal dapat dioleskan salep anti jamur. Obat anti jamur tersedia dalam berbagai bentuk yaitu: gel, krim, losion, tablet vagina, suppositoria dan tablet oral.

Berikut ini adalah pengobatan dari penyebab paling sering adalah Candida albicans, untuk Topikal, berikan Nistatin tablet vagina 2x sehari selama 2 minggu, Klotrimazol 1% vaginal krim 1 x sehari selama 7 hari, Mikonazol nitrat 2% 1x sehari selama 7-14 hari. Sementara untuk yang sistemik, berikan Nistatin tablet 4x1 tablet selama 14 hari, Ketokonazol oral 2x200 mg selama 7 hari, Nimorazol 2 gram dosis tunggal dan Ornidazol 1,5 gram dosis tunggal

Terapi Nonfarmakologi

1. Perubahan Tingkah Laku. Keputihan (Fluor albus) yang disebabkan oleh jamur lebih cepat berkembang di lingkungan yang hangat dan basah. Untuk membantu penyembuhan menjaga kebersihan alat kelamin dan sebaiknya menggunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun serta tidak menggunakan pakaian dalam yang ketat (Jones,2005). Keputihan bisa ditularkan melalui hubungan seksual dari pasangan yang terinfeksi oleh karena itu sebaiknya pasangan harus mendapat pengobatan juga.

2. Personal Hygiene. Memperhatikan personal hygiene terutama pada bagian alat kelamin sangat membantu penyembuhan, dan menjaga tetap bersih dan kering, seperti penggunaan tisu basah atau produk panty liner harus betul-betul steril. Bahkan, kemasannya pun harus diperhatikan. Jangan sampai menyimpan sembarangan, misalnya tanpa kemasan ditaruh dalam tas bercampur dengan barang lainnya. Karena bila dalam keadaan terbuka, bisa saja panty liner atau tisu basah tersebut sudah terkontaminasi. Jangan lupa pula memperhatikan kebersihan setelah buang air besar atau kecil. Setelah bersih, mengeringkan dengan tisu kering atau handuk khusus. Alat kelamin jangan dibiarkan dalam keadaan lembab.

3. Pengobatan Psikologis. Pendekatan psikologik penting dalam pengobatan keputihan. Tidak jarang keputihan yang mengganggu, pada wanita kadang kala pemeriksaan di laboratorium gagal menunjukkan infeksi, semua pengujian telah dilakukan tetapi hasilnya negatif namun masalah atau keluhan tetap ada. Keputihan tersebut tidak disebabkan oleh infeksi melainkan karena gangguan psikologi seperti kecemasan, depresi, hubungan yang buruk, atau beberapa masalah psikologi yang lain yang menyebabkan emosional. Pengobatan yang dilakukan yaitu dengan konsultasi dengan ahli psikologi. Selain itu perlu dukungan keluarga agar tidak terjadi depresi.

* Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, di bawah bimbingan dr Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked(PA), Sp.PA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *